2. Jurnal Refleksi - Minggu 17
Pengambilan
Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran
Model Driscoll
Pada modul 3.1 ini CGP
mempelajari tentang pengambilan keputusan. Di minggu ini CGP mempelajari
berbagai aktivitas pembelajaran diantaranya: Eksplorasi konsep mandiri dan Eksplorasi
konsep forum diskusi.
Pada penulisan jurnal kali ini
penulis menggunakan model Driscoll. Model yang diadaptasi dari refleksi yang
digunakan pada praktik klinis (Driscoll & Teh, 2001).
1. WHAT? (Deskripsi dari
peristiwa yang terjadi)
Eksplorasi konsep mandiri
Pada minggu ini CGP mempelajari
tentang membedakan dilema etika/ethical dilemma dengan bujukan moral/moral
temptation dan mengidentifikasi jenis dilema berdasarkan 4 paradigma, yaitu :
1.
Individu lawan masyarakat (individual vs
community)
2.
Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs
mercy)
3.
Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)
4.
Jangka pendek lawan jangka panjang (short term vs long term)
Pembelajaran Eksplorasi konsep,
CGP mengingat kembali peristiwa di mana CGP mengambil sebuah keputusan sulit.
Keputusan sulit yang bisa termasuk keputusan dilema etika atau bujukan moral.
Untuk mendalami lebih lanjut apa perbedaan keduanya, CGP mempelajari
jenis-jenis dilema dan paradigma dalam pengambilan keputusan dengan terlebih
dahulu menyimak pertanyaan pemantik dan menentukan nilai yang merupakan dilema
etika dan bujukan moral.
Dilema
etika adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua
pilihan secara moral benar tetapi bertentangan sedangkan bujukan moral adalah
situasi terjadi ketika seseorang harus memutuskan pilihan antara benar atau
salah.
Dilema etika seringkali membuat kita sulit untuk mengambil
keputusan. Keputusan yang kita ambil sering kali hanya berdasarkan pada
prinsip-prinsip berikut ini:
- Melakukan demi kebaikan orang banyak atau yang
kita kenal dengan Berpikir Berbasis pada Hasil Akhir (Ends Based
Thinking).
- Menjunjung tinggi nilai-nilai pada prinsip
dalam diri atau yang sering kita sebut dengan Berpikir Berbasis Peraturan
(Rules Based Thinking).
- Melakukan apa yang kita harapkan orang lain
lakukan pada diri kita atau kita kenal dengan Berpikir Berbasis Rasa
Peduli (Cares Based Thinking).
Sebagai bahan latihan dalam mengambil
sebuah keputusan disajika sebuah kasus dimana seorang guru kelas V bernama Bu
Tati yang terkenal di siplin dan agak sedikit galak. Kepala sekolah dan wali
murid sangat mengapresiasi kinerja beliau. Pada suatu ketika Bu Tati menghukum
seorang murid perempuan dengan menjemur di bawah terik panas matahari sambil
menghadap ke kelasnya. Dan disini CGP di suruh menganalis kasus ini. Bagaimana
pandangan CGP sendiri dan juga tugas mewawancarai rekan sejawat tentang kasus
ini.
Forum Diskusi - Eksplorasi
Konsep
CGP mendalami materi melalui
studi kasus dalam bentuk video. Saya mengambil kasus ke 9. Kasus tentang Obat
untuk Ibu. Dimana seorang ibu yang
terkena M virus 22 dan belum di temukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini.
2. SO WHAT? (Analisis dari
peristiwa yang terjadi)
Setelah menyelesaikan seluruh
ketiga aktivitas di atas ada banyak pencerahan yang didapat oleh saya. Bahwa
dalam pengambilan keputusan haruslah benar-benar teliti, cermat dan hati-hati.
Pikiran focus tidak mengambil keputusan secara terburu-buru bahkan sudah dibuat
keputusan pun harus tetap merefleksi kembali apakah keputusan yang kita ambil
sudah benar-benar mewakili aspirasi seluruh pihak yang terlibat atau tidak.
Cara yang kita ambil dalam mengambil keputusan adalah dengan 9 langkah
pengujian pengambilan keputusan.
3. NOW WHAT? (Tindak lanjut
dari peristiwa yang terjadi)
Setelah mengetahui 9 langkah
pengujian pengambilan keputusan. saya akan coba mengaplikasikan 9 langkah
pengambilan dan pengujian keputusan terhadap setiap kasus yang dihadapi dalam
kehidupan sehari-hari khususnya di sekolah. Langkah-langkah ini merupakan salah
satu upaya yang diambil untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dan ideal
sebagai imbas dari pengambilan keputusan yang tepat. Bahkan kemungkinan/resiko
yang muncul akibat dari ketidaktepatan keputusan pun dapat diminimalisir. Dalam
pengambilan keputusan yang benar-benar tepat dapat diperoleh dari
melibat-aktifkan seluruh warga sekolah khusus komunitas praktisi. Keputusan
yang diambil dari melibatkan seluruh elemen di sekolah akan mampu mengakomodir
seluruh kepentingan, harapan dan keinginan semua pihak. Selanjutnya saya akan
coba mensosialisasikan pengetahuan dan pengalaman saya terkait materi
pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di instansi tempat saya
bekerja sehingga semua pihak terlibat dapat bergerak bersinergis mengambil
keputusan yang tepat yang memberikan kemanfaatan bagi semua pihak.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar