Rabu, 09 Februari 2022

 


2.      Jurnal Refleksi - Minggu 17  

Pengambilan Keputusan sebagai pemimpin pembelajaran

Model  Driscoll

Pada modul 3.1 ini CGP mempelajari tentang pengambilan keputusan. Di minggu ini CGP mempelajari berbagai aktivitas pembelajaran diantaranya: Eksplorasi konsep mandiri dan Eksplorasi konsep forum diskusi.

Pada penulisan jurnal kali ini penulis menggunakan model Driscoll. Model yang diadaptasi dari refleksi yang digunakan pada praktik klinis (Driscoll & Teh, 2001).

1. WHAT? (Deskripsi dari peristiwa yang terjadi)

    Eksplorasi konsep mandiri

Pada minggu ini CGP mempelajari tentang membedakan dilema etika/ethical dilemma dengan bujukan moral/moral temptation dan mengidentifikasi jenis dilema berdasarkan 4 paradigma, yaitu :

1.      Individu lawan masyarakat (individual vs community)

2.      Rasa keadilan lawan rasa kasihan (justice vs mercy)

3.      Kebenaran lawan kesetiaan (truth vs loyalty)

4.      Jangka pendek lawan  jangka panjang (short term vs long term) 

Pembelajaran Eksplorasi konsep, CGP mengingat kembali peristiwa di mana CGP mengambil sebuah keputusan sulit. Keputusan sulit yang bisa termasuk keputusan dilema etika atau bujukan moral. Untuk mendalami lebih lanjut apa perbedaan keduanya, CGP mempelajari jenis-jenis dilema dan paradigma dalam pengambilan keputusan dengan terlebih dahulu menyimak pertanyaan pemantik dan menentukan nilai yang merupakan dilema etika dan bujukan moral.

Dilema etika adalah situasi yang terjadi ketika seseorang harus memilih antara dua pilihan secara moral benar tetapi bertentangan sedangkan bujukan moral adalah situasi terjadi ketika seseorang harus memutuskan pilihan antara benar atau salah.

Dilema etika seringkali membuat kita sulit untuk mengambil keputusan. Keputusan yang kita ambil sering kali hanya berdasarkan pada prinsip-prinsip berikut ini:

  1. Melakukan demi kebaikan orang banyak atau yang kita kenal dengan Berpikir Berbasis pada Hasil Akhir (Ends Based Thinking).
  2. Menjunjung tinggi nilai-nilai pada prinsip dalam diri atau yang sering kita sebut dengan Berpikir Berbasis Peraturan (Rules Based Thinking).
  3. Melakukan apa yang kita harapkan orang lain lakukan pada diri kita atau kita kenal dengan Berpikir Berbasis Rasa Peduli (Cares Based Thinking).

Sebagai bahan latihan dalam mengambil sebuah keputusan disajika sebuah kasus dimana seorang guru kelas V bernama Bu Tati yang terkenal di siplin dan agak sedikit galak. Kepala sekolah dan wali murid sangat mengapresiasi kinerja beliau. Pada suatu ketika Bu Tati menghukum seorang murid perempuan dengan menjemur di bawah terik panas matahari sambil menghadap ke kelasnya. Dan disini CGP di suruh menganalis kasus ini. Bagaimana pandangan CGP sendiri dan juga tugas mewawancarai rekan sejawat tentang kasus ini.

Forum Diskusi - Eksplorasi Konsep

CGP mendalami materi melalui studi kasus dalam bentuk video. Saya mengambil kasus ke 9. Kasus tentang Obat untuk Ibu.  Dimana seorang ibu yang terkena M virus 22 dan belum di temukan obat untuk menyembuhkan penyakit ini.

2. SO WHAT? (Analisis dari peristiwa yang terjadi)

Setelah menyelesaikan seluruh ketiga aktivitas di atas ada banyak pencerahan yang didapat oleh saya. Bahwa dalam pengambilan keputusan haruslah benar-benar teliti, cermat dan hati-hati. Pikiran focus tidak mengambil keputusan secara terburu-buru bahkan sudah dibuat keputusan pun harus tetap merefleksi kembali apakah keputusan yang kita ambil sudah benar-benar mewakili aspirasi seluruh pihak yang terlibat atau tidak. Cara yang kita ambil dalam mengambil keputusan adalah dengan 9 langkah pengujian pengambilan keputusan.

3. NOW WHAT? (Tindak lanjut dari peristiwa yang terjadi)

Setelah mengetahui 9 langkah pengujian pengambilan keputusan. saya akan coba mengaplikasikan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan terhadap setiap kasus yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari khususnya di sekolah. Langkah-langkah ini merupakan salah satu upaya yang diambil untuk menciptakan kondisi yang lebih kondusif dan ideal sebagai imbas dari pengambilan keputusan yang tepat. Bahkan kemungkinan/resiko yang muncul akibat dari ketidaktepatan keputusan pun dapat diminimalisir. Dalam pengambilan keputusan yang benar-benar tepat dapat diperoleh dari melibat-aktifkan seluruh warga sekolah khusus komunitas praktisi. Keputusan yang diambil dari melibatkan seluruh elemen di sekolah akan mampu mengakomodir seluruh kepentingan, harapan dan keinginan semua pihak. Selanjutnya saya akan coba mensosialisasikan pengetahuan dan pengalaman saya terkait materi pengambilan keputusan sebagai pemimpin pembelajaran di instansi tempat saya bekerja sehingga semua pihak terlibat dapat bergerak bersinergis mengambil keputusan yang tepat yang memberikan kemanfaatan bagi semua pihak.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 21 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Pada jurnal kali saya menggunakan modul 4F. A. Fact Pada min...