Senin, 13 Desember 2021

 

Tugas 2.3.a.9  Koneksi Antar Materi

       

Kihajar Dewantara menyatakan bahwa tujuan pendidikan adalah proses menuntun tumbuh kembangnya kekuatan kodrat sehingga anak bisa memperbaiki lakunya. Guru diharapkan mampu menjadi panutan kepada seluruh muridnya ketika memberikan pembelajaran di kelas maupun di luar kelas.

Tujuannya adalah mewujudkan murid yang berprofil Pancasila, serta penanaman karakter baik melalui budaya positif dapat menjadi salah satu pendukung kelancaran dalam suatu proses pembelajaran di sekolah.

Bagaimanakah keterkaitan Pembelajaran berdiferensiasi dan penerapan KSE   dengan filosofis KHD ?

Pembelajaran dengan teknis berdiferensiasi sudah mampu memberikan gambaran pemetaan terhadap kompetensi yang dimiliki siswa. Siswa memiliki tujuan hidup yang hakiki. Melalui pembelajaran berdiferensiasi ini, guru diharapkan mampu memberikan suasana kelas belajar yang lebih kondusif dengan lebih mengutamakan minat belajar murid, melalui pemetaan konten, proses, dan produk.

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu strategi yang mendukung merdeka belajar. Sesuai amanah dari Ki Hajar Dewantara melalui harapan, tujuan, serta gambaran filosofi dari berbagai praktek pendidikan yang telah dituangkan melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang mendukung tumbuh kembang anak didik secara holistik. Tanpa membeda-bedakan serta menumbuhkembangkan murid sesuai dengan harapan dan hakikatnya sebagai makhluk hidup untuk mencapai kehidupan yang hakiki kelak.

Pembelajaran berdiferensiasi juga tidak terlepas dari kegiatan mengamanahkan untuk selalu berfikir positif, memiliki tujuan hidup yang terarah, serta pandangan hidup yang cerah. Tingkat kesadaran dalam berfikir melalui mindfullness pada murid sangat diharapkan. Pemenuhan kesadaran penuh terhadap siswa dalam menerima pembelajaran dari gurunya. Sebagai bentuk pendukung kesadaran belajar seluruh murid.

          Peran guru (coach) hanya menuntun segala kodrat anak agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan sebagai manusia dan anggota masyarakat.

          Dalam pelaksanaan proses coaching siswa di beri kebebasan dalam berpikir. Pendidik sebagai “pamong’ bertugas menuntun agar siswa tidak kehilangan arah dan membahayakan dirinya sendiri.

Bagaimana peran pamong dalam proses coaching?

Dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang reflektif dan efektif.

Pertanyaan yang bersifat terbuka dan educative dapat membuat siswa lebih berpikir kritis dan mandiri sehingga siswa dapat menemukan potensi dan mengembangkannya.

Apa itu coaching?

Yaitu sebuah proses kolaborasi berfokus pada solusi, berorientasi pada hasil dan sistematis.

TIRTA merupakan tahapan dalam strategi Couching. Tahapan tersebut adalah seperti menentukan Tujuan, Identifikasi masalah, Rencana aksi, serta penerapan hidup dengan Tanggungjawab atas rencana aksi yang sudah dikemukakan sebelumnya. Murid yang bertindak sebagai couchee akan mengemukakan permasalahan pembelajaran yang mungkin dihadapi saat menerima pembelajaran di kelas atau sekolah. Couching memiliki perbedaan dari beberapa penerapan bimbingan seperti mentoring dan konseling. Perbedaan tampak dari cara penerapannya seperti pada mentoring yang identik pada pelaksanaan dengan tujuan yang berbeda yakni membagikan pengalamannya untuk membantu mantee mengembangkan dirinya. Sedangkan konseling membantu konseli memecahkan masalahnya. Berbeda dari konteks TIRTA sebagai penerapan coaching yang mengarahkan coachee untuk menyelesaikan masalahnya sendiri dan memaksimalkan potensinya.

Ada 4 keterampilan coaching yang harus dipelajari oleh seorang guru mengingat pentingnya proses coaching ini.

a.       Membangun dasar proses coaching.

b.      Membina hubungan baik.

c.       Berkominikasi

d.      Memfasilitasi pembelajaran.

Teknik berkomunikasi dalam coaching :

            a.    Komunikasi Asertif

            b.    Bertanya efektif
            c.    Pendengar Aktif
            d.   Umpan balik positif

Apa yang menjadi harapan dari proses coaching ini?

                 Harapan dalam proses coaching adalah menjadi salah satu langkah tepat bagi guru dalam membantu murid mencapai tujuannya yaitu kemerdekaan dalam belajar.

                 Jika proses coaching berhasil dengan baik maka masalah-masalah internal maupun eksternal yang menggangu proses pembelajaran yang dapat menurunkan motivasi serta potensi siswa dapat di atasi segera.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

  JURNAL REFLEKSI MINGGU KE 21 Pemimpin dalam pengelolaan sumber daya. Pada jurnal kali saya menggunakan modul 4F. A. Fact Pada min...